Danau Tazawa, Kecantikan di Bagian Utara Negeri Sakura

Tulisan ini tadinya saya ikutkan di lomba yang diselenggarakan National Geographic Traveller bekerja sama dengan Western Australia. Saya sempat lolos 40 besar. Namun, saya sadar memang belum laik dapat hadiah ke Australia. Secara selama ini saya masih jarang nulis kisah perjalanan. Ah.

—-

Kecantikan seringkali menjadi latar belakang suatu legenda. Begitupun yang terjadi di Tazawa-ko alias Danau Tazawa. Danau kaldera yang terletak di Kota Semboku, Prefektur Akita ini merupakan danau terdalam di seantero Jepang. Dengan kedalaman mencapai 423,4 m, Danau Tazawa tak pernah membeku di musim dingin.

Danau Tazawa

Setiap pengunjung tempat ini niscaya akan terpukau pada sebuah patung emas yang berwujud sosok seorang perempuan bernama Tatsuko. Konon, Tatsuko yang jelita menginginkan kecantikannya abadi. Ia berdoa pada Buddha dan memperoleh petunjuk untuk meminum air dari sebuah sumber mata air di tengah gunung. Namun, air tersebut membuatnya semakin haus. Ia minum semakin banyak dan tanpa sadar dirinya berubah menjadi seekor naga. Tatsuko kemudian tinggal di dalam Tazawa-ko, bersama naga lain bernama Hachitaro yang konon awalnya juga manusia.

Tatsuko

Namun tak hanya patung Tatsuko yang menjadi pesona tempat ini. Hamparan air biru yang begitu luas dengan gunung sebagai latar belakang membuktikan keindahan semacam itu tak hanya ada dalam lukisan fiktif. Permukaan danau seluas 25,8 km2 ini sangat tenang. Di tepiannya terdapat beberapa riak kecil lantaran segerombolan ikan berebutan menangkap makanan yang dilemparkan pengunjung. Menariknya, ikan-ikan ini hanya dapat ditemukan berenang-renang di sekitar patung Tatsuko. Ikan-ikan tersebut dianggap suci, tak satupun pengunjung boleh memancing atau menangkapi mereka.

Di kawasan Tazawako juga terdapat kuil Gozanoishi. Setelah berdoa di kuil, pengunjung biasanya menggantungkan kertas harapan di tempat yang disediakan. Jika bingung bagaimana caranya, tak perlu sungkan bertanya karena orang Jepang akan dengan senang hati mengajari. Cerita tentang keramahtamahan orang Jepang sungguh mengagumkan dan terbukti jika berinteraksi langsung. Mereka tak keberatan bersusah payah menjelaskan dengan isyarat tangan lantaran tak mahir berbahasa Inggris.

Kuil - Menggantungkan harapan

Keelokan alam, kebersihan, dan hospitality masyarakat menjadi satu paket yang memesona dari kawasan wisata Tazawa-ko ini. Karena berkunjung pada musim gugur, tepatnya Oktober 2014 lalu, tak banyak yang dapat saya lakukan. Menurut cerita, pada musim panas pengunjung dapat berenang atau mengitari danau dengan perahu sewaan. Pun begitu, pemandangan sepanjang kiri kanan perjalanan tetap memuaskan. Pepohonan tampak rapat dengan daun-daun yang mulai berubah warna menjadi kuning dan merah. Ini menyiratkan, tak perlu menunggu musim tertentu untuk berwisata ke Danau Tazawa. Kapanpun ingin berkunjung, tempat ini menyajikan keindahan yang mengagumkan.

Akses menuju Danau Tazawa juga cukup mudah. Dari stasiun Akita, pengunjung dapat naik kereta cepat atau shinkansen dan turun di stasiun Tazawa-ko, kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus. Meski berkelok di sana sini, tak perlu khawatir karena jalanan bagus dan cukup lebar.

Jika berkunjung ke negeri Sakura, jangan lupa menjelajah bagian utara dan mampir ke Danau Tazawa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s