Menjawab Kecemasan Bre Redana

Wisnu Nugroho, eks wartawan harian Kompas yang sekarang didapuk menjadi pemimpin redaksi kompas.com bilang, rasanya tidak akan ada satu platform yang akan menjadi pemenang tunggal dalam industri media kita.
Sejak lama orang meramalkan kematian media cetak, tapi hingga hari ini koran masih ada. Begitu pun prediksi yang disematkan pada radio dan televisi saat internet mulai di atas awan.
“Yang akan terjadi adalah sebuah proses mencari keseimbangan baru.” Begitu katanya.
Beberapa waktu lalu, senior Mas Inu di harian Kompas, Bre Redana, ada di titik yang begitu cemas tentang masa depan jurnalisme dan media cetak. Gegara tulisannya, kata senjakala pun jadi tenar.
Hari ini, Mas Inu mengenalkan sebuah platform baru, sebuah upaya menjawab kecemasan Bre Redana: Visual Interaktif.
Jarang-jarang saya (dan mungkin juga Anda) bisa tahan baca tulisan panjang di layar. Belakangan memang banyak media daring alternatif yang asyik dibaca, pun memberikan konteks yang jelas, meski tidak bisa dipungkiri masih dominan opini. (Saya tidak memungkiri opini pun produk jurnalistik.)
Tapi dengan narasi seperti ini, hmmm, saya sepakat bahwa era digital sangat mampu menjawab keterbatasan koran, radio, dan televisi. Meski tetap bukan pemenang tunggal.
Ini salah satu yang barusan saya baca dari VIK.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s