Berjumpa Waktu

1458551588383

Yak, dan akhirnya tiba juga saatnya. Prodaksyen Production mendapat kesempatan memutarkan film yang dulu sempat tertunda. Kalau boleh jujur, itu harapan yang sudah agak terlupakan.

Ah, tapi bukankah seperti Pengkhotbah pasal 3 selalu menekankan, untuk segala sesuatu ada waktunya. Saya percaya hal ini kadang dengan keyakinan yang naif.

Film yang kami buat akan diputarkan bersama Departemen Susastra dan Kajian Budaya FIB Unpad. Belakangan, saya memang berusaha menjalin interaksi dengan pegiat dan pakar yang ada di sana. Dimulai dari Dija, hehe.

Dija akan berbicara dalam acara tersebut. Dia meminta saya untuk bersama atau menggantikan dia. Dia bilang, khawatir ada pertanyaan aneh-aneh yang dilontarkan oleh peserta yang hadir nanti. Buat saya tidak masalah siapa yang akan berbicara, mau saya atau dia. Saya pun yakin seorang Dija akan bisa menjawab itu semua: dia adalah rekan intelektual saya. Teman yang banyak memberi referensi pun sangat jarang melibatkan perasaannya sendiri dalam banyak polemik.

Buat saya pribadi, ini lebih pada momen mendengar kritik. Saya ingin membuka diri selebar-lebarnya pada kritik yang mungkin terlontar. Saya ingin belajar mengikis ego dan pretensi mendapat puja puji. Saya ingin dikritik, saya ingin dikasih masukan, saya ingin naik kelas.

Pun, ini adalah momen persentuhan saya dengan mereka, orang-orang yang sudah lebih dulu bergelut di dunia yang ingin saya hidupi.

Sampai jumpa nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s